Rumah Keranda Kelurahan Latek: Simbol Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

  • Aug 16, 2025
  • MOCH. TAUFIQ NUR HIDAYAT

Bangil, PAKUJOYO.kim.id — Di tengah suasana pagi yang teduh dan penuh kekhidmatan, warga Kelurahan Latek bersama jajaran pemerintahan kelurahan berkumpul di area Pemakaman Islam untuk meresmikan sebuah fasilitas baru yang sarat makna: Rumah Keranda. Lebih dari sekadar bangunan, rumah ini menjadi simbol nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.

Rumah Keranda dirancang sebagai tempat penyimpanan peralatan pemakaman dan keranda roda, yang selama ini menjadi kebutuhan penting dalam pelayanan pemakaman warga. Peresmian ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat, khususnya pemuda, dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi semua.

Kepala Kelurahan Latek, Sujarno, S.T., hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi unsur Tiga Pilar Kelurahan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Sujarno menyampaikan pesan menyentuh kepada para pemuda:  

“Paguyuban pemuda jangan terlena dengan pencapaian selama ini, tetaplah rendah hati meski banyak ujian dalam perjalanan ke depannya.”

Rumah Keranda ini merupakan hasil inisiatif dari Paguyuban Pemuda Kelurahan Latek yang dipimpin oleh Eko Setiadi. Pembangunan dilakukan secara swadaya, melibatkan pemuda RW.1 sebagai tenaga kerja lokal. “Kami memulai pembangunan ini bersama-sama, melibatkan tenaga kerja lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” ujar Eko.

Pembangunan Rumah Keranda di area Makam Islam Kelurahan Latek menjadi bukti nyata kolaborasi antara masyarakat dan dunia usaha dalam mewujudkan fasilitas sosial yang bermanfaat. Rumah Keranda ini dirancang sebagai tempat penyimpanan peralatan pemakaman dan keranda roda, guna mendukung kelancaran pelayanan pemakaman bagi warga setempat.

Yang membanggakan, sumber dana pembangunan berasal dari dua pilar utama: swadaya masyarakat dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan mitra. Warga Kelurahan Latek secara aktif berpartisipasi, baik melalui kontribusi dana maupun tenaga kerja, menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat mengakar. Di sisi lain, keterlibatan pihak perusahaan melalui program CSR turut mempercepat terwujudnya fasilitas ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sosial sekitar.

Sinergi antara masyarakat dan perusahaan ini menjadi contoh inspiratif bagaimana kepedulian bersama dapat melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan publik. Rumah Keranda bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol solidaritas, empati, dan komitmen bersama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan pemakaman di wilayah Kelurahan Latek, sekaligus menjadi simbol solidaritas dan kepedulian antarwarga. Sujarno mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat dan berharap Rumah Keranda ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

Acara ditutup dengan doa dan peninjauan langsung bangunan oleh para tamu undangan. Rumah Keranda kini resmi beroperasi, membawa harapan baru bagi pelayanan sosial kemasyarakatan di Kelurahan Latek—sebuah bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan adalah fondasi kuat dalam membangun komunitas yang berdaya.

(ARYA KIM)