Peran Pemerintah dalam Penanganan Sosial, Jemput Warga ODGJ di Kelurahan Latek
- May 20, 2026
- MOCH. TAUFIQ NUR HIDAYAT
Bangil, Pakujoyokim.id – Pemerintah Kecamatan Bangil menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan sosial masyarakat melalui giat penjemputan seorang warga Kelurahan Latek berinisial G.S (50), pada Selasa 19 Mei 2026, yang masuk kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Latek Sujarno, S.T., bersama perangkat kelurahan, didampingi Camat Bangil Eddy Santoso, S.E., M.M., serta jajaran Satpol PP Kecamatan Bangil. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas instansi demi memastikan proses evakuasi berjalan aman dan manusiawi.
Turut hadir dalam kegiatan itu M. Syahroni selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Pasuruan yang memperkuat koordinasi sosial antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dari sektor kesehatan, PKM Raci menerjunkan dr. Novie Caroliningrum Sagita bersama tim medis guna melakukan pendampingan terhadap pasien.
Selain itu, unsur keamanan juga turut memberikan dukungan melalui kehadiran Serka Iswoyo dari Babinsa Koramil 0819/10 Bangil untuk membantu kelancaran proses penjemputan.
Camat Bangil Eddy Santoso mengatakan, pasien selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan intensif.
“Hari ini kami melaksanakan giat penjemputan warga ODGJ dan langsung akan dikirim ke RSJ dr. Radjiman Wedyodiningrat di Lawang untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.
Ia berharap pasien dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal di tengah masyarakat.
“Semoga pasien ini mendapatkan perawatan sehingga bisa sehat kembali dan dapat beraktivitas normal ke depannya,” tambahnya.
Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Bangil tersebut menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian dan penanganan kesehatan jiwa. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pekerja sosial, dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang humanis dan responsif.