Dengan Hati, Untuk Keluarga: Posyandu Keluarga Melati Bergerak untuk Kesehatan Bersama

  • Jun 03, 2025
  • MOCH. TAUFIQ NUR HIDAYAT

Bangil, Pakujoyo.kim.id — Di aula Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, tampak pemandangan yang menghangatkan hati. Sejak pagi, sejumlah ibu muda datang menggendong balita, sementara para lansia berjalan perlahan menuju tempat duduk yang telah disiapkan. Tak sekadar mengantre layanan kesehatan, mereka datang membawa harapan akan tubuh yang lebih sehat, anak yang tumbuh optimal, dan masa tua yang tetap bermartabat.

Inilah wajah nyata dari Posyandu Keluarga Melati, sebuah gerakan kesehatan masyarakat berbasis keluarga yang telah menjadi denyut nadi pelayanan publik di kelurahan ini. Di balik kesederhanaannya, tersimpan semangat besar: melayani dengan hati, untuk keluarga dan masa depan yang lebih baik.

Mengusung tema “Melayani Sepenuh Hati”, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah ruang hidup bagi solidaritas sosial, tempat di mana pelayanan kesehatan dipadukan dengan kepedulian dan sentuhan kemanusiaan.

“Kami ingin posyandu ini menjadi ruang yang ramah dan menyenangkan, bukan tempat yang membuat warga merasa dihakimi atau terbebani,” tutur Sujarno, S.T., Kepala Kelurahan Latek, dengan mata berbinar. “Ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap kesehatan ibu, anak, ibu hamil, hingga lansia. Semua berhak merasa aman dan diperhatikan.”

Di sisi aula, kader kesehatan membagikan sesuatu yang tak biasa, salad buah berwarna cerah, dihiasi taburan yogurt dan sedikit susu kental manis. Pemandangan ini bukan hiasan acara, melainkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagian dari strategi cerdas untuk mencegah stunting di usia dini.

“Kami sengaja pilih salad buah karena selain kaya vitamin, tampilannya juga menarik bagi anak-anak,” jelas Puji Lestari, salah satu kader Posyandu. “Ini bukan sekadar makanan, tapi juga edukasi visual bahwa makan sehat bisa menyenangkan.”

Menu ini terdiri dari apel, pepaya, semangka, melon, dan pisang, buah-buahan lokal yang kaya gizi dan mudah dicerna. Para orang tua pun tak hanya pulang dengan kantong berisi makanan sehat, tetapi juga dengan pengetahuan baru soal pentingnya asupan gizi seimbang.

Selain anak-anak dan ibu hamil, Posyandu Keluarga Melati juga menjadi rumah kedua bagi para lansia. Melalui program Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer), mereka bisa memeriksakan tekanan darah, kadar gula, dan kondisi umum kesehatan secara rutin.

Rinda Dwi Siskawati, A.Md., Keb., yang menjadi salah satu pembina kegiatan, menjelaskan bahwa keberadaan ILP bukan hanya penting, tapi juga mendesak. “Banyak lansia yang tidak lagi memiliki akses atau keberanian untuk datang ke fasilitas kesehatan. Di sinilah peran Posyandu membawa layanan ke tengah kehidupan mereka,” ujarnya.

Alfiyah, kader kesehatan keluarga melati menyampaikan syukur “Alhamdulillah, hari ini warga datang dengan kesadaran tinggi. Banyak yang sudah paham pentingnya memantau tumbuh kembang anak dan menjaga kesehatan di usia lanjut,” ucapnya

Baginya, menjadi kader bukan sekadar pekerjaan sosial. Ini adalah panggilan hati, untuk ikut menjaga masa depan kampung, satu keluarga sehat pada satu waktu.

Partini Sujarno, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Latek, menuturkan “Semoga Posyandu ILP, sebagai bagian dari Posyandu Keluarga Melati, terus berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang hangat dan menyenangkan,” terangnya

Dengan penuh penghargaan, ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung: “Para kader, bidan, perawat dari UOBF Puskesmas Raci, dan seluruh masyarakat, terima kasih telah bersama-sama membangun Posyandu ini bukan hanya sebagai tempat pelayanan, tapi juga simbol kebersamaan dan cinta kasih.” tambah Partini 

Rinda Dwi Siskawati, menjelaskan Posyandu Keluarga Melati bukan hanya program, melainkan gerakan sosial yang menjelma menjadi jembatan harapan. Di sini, anak-anak tidak hanya ditimbang, tetapi juga didukung untuk tumbuh dengan cinta. Lansia tak hanya diperiksa, tetapi juga diperlakukan dengan hormat. Ibu-ibu tak hanya diberi vitamin, tapi juga disemangati untuk menjadi pilar kesehatan keluarga.

"Mari bersama kita jaga kesehatan keluarga, karena sehat adalah awal dari segala harapan,” pungkas Rinda Dwi Siskawati

(ARYA KIM)