Paguyuban Pemuda RW 01 Kelurahan Latek: Menjawab Tantangan Sosial Lewat Gagasan Rumah Keranda

  • May 03, 2025
  • MOCH. TAUFIQ NUR HIDAYAT

Bangil, Pakujoyo.kim.id – Di tengah kian padatnya dinamika kehidupan warga pinggiran perkotaan, sebuah gerakan diam-diam namun berdampak besar tengah berlangsung di sudut Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil. Kiprah Paguyuban Pemuda RW 01 kembali mencuri perhatian. Bukan karena gebrakan spektakuler, melainkan karena kepedulian mendalam yang dibungkus dalam aksi nyata dan solusi konkret.

Menelusuri dari awal, bagaimana gagasan ini muncul bukan dari ruang elite, melainkan dari diskusi sederhana dalam forum kelurahan. Eko Setiadi, Ketua Paguyuban Pemuda RW 01, menceritakan bahwa ide ini lahir saat pertemuan rutin di kantor kelurahan. “Kami sadar, aktivitas warga makin tinggi, waktu makin sempit. Saat ada kematian, keranda pikul yang lama kerap jadi kendala. Dari situlah muncul ide: kita butuh keranda dorong. Tapi bukan hanya itu, kita juga butuh rumahnya,” jelas Eko.

Masalah yang mereka hadapi bukan sekadar ketiadaan alat, tapi menyangkut martabat warga yang berpulang. Ketika jumlah pelayat terbatas dan fasilitas pemakaman minim, proses pengantaran jenazah bisa menjadi beban tersendiri. Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga bentuk penghormatan terakhir yang layak.

Inilah akar dari terbentuknya inisiatif pembangunan “Rumah Keranda”, ruang penyimpanan dan persiapan alat-alat pemakaman, termasuk keranda dorong yang lebih modern. Investigasi kami mengonfirmasi bahwa dana awal digalang dari pelaku usaha lokal serta pengajuan proposal ke perusahaan di sekitar wilayah kelurahan.

Sabtu, 3 Mei 2025, menyusuri langsung ke lapangan mendapati pemuda RW 01 sedang memindahkan material pasir dan batu secara manual dari tepi jalan menuju lahan pemakaman. Semua dilakukan sukarela, tanpa bayaran. “Kami gotong-royong hari ini, pondasinya mulai digarap Senin lusa oleh tukang bangunan. Kami tetap ikut bantu agar cepat selesai,” tambah Eko dengan semangat.

Kekompakan dan kepedulian ini tak hanya membangun infrastruktur, tapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah zaman yang cenderung individualistik.

Gerakan kecil dari pemuda RW 01 ini adalah cermin bahwa perubahan sosial tidak selalu datang dari atas. Ketika warga terorganisasi dan punya kepedulian, maka solusi lokal bisa menjadi jawaban atas kebutuhan riil masyarakat. Satu langkah kecil dari rumah keranda bisa jadi simbol peradaban: bagaimana kita memperlakukan mereka yang telah tiada adalah cerminan nilai kemanusiaan kita.

(ARYA.KIM)